FireStats error : Database error: Error establishing mySQL database connection:php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/students/public_html/wp-content/plugins/firestats/lib/ezsql/mysql/ez_sql_mysql.php on line 98

MySQL Version:
SQL Query:
INSERT DELAYED INTO `plugin_firestats_pending_data` ( `timestamp`, `site_id` , `user_id`, `url` , `referrer` , `useragent` , `ip` ) VALUES ( NOW(), 86, NULL , '', '', '', '' )

Mengenal Lebih Dekat Model Bisnis Lazada Indonesia

June 15th, 2015

Pada dasarnya bisnis ecommerce itu memiliki beragam model. Lazada sendiri memiliki model bisnis B2C atau kepanjangan dari Business to Consumer. Itu artinya model bisnis Lazada sebenarnya sama saja toko-toko yang terdapat dipinggir jalan atau di pusat perbelanjaan. Lazada menjual langsung produk yang dimilinya ke konsumen.

Screen Shot 2015-06-16 at 9.30.59 AM

Hanya saja sarana yang digunakan untuk mendapatkan barang atau porduk di Lazada berbeda. Dalam hal ini konsumen diharusnkan mengakses internt untuk berbelanja di Lazada. Sama seperti toko pada umumnya, Lazada mengambil barang dari supplier dalam jumlah besar kemudain menyimpannya di pusat gudang mereka yang terdapat di cakung cilincing baru kemudian mendistribusikannya ke kounsumen jika ada pembelian. Dari proses itu Lazada akan mengambil sejumlah keuntungan dari jumlah barang yang dijualnya.

Akan tetapi ada perbedaan antara Lazada dan toko retail offline. Perbedaan terletak pada arus uang yang masuk ke Lazada atau toko online lainnya tidak semata berasal dari margin produk yang dijual. Lazada juga akan mendapatkan tambahan revenue stream yang berasal dari dari iklan yang berada di halaman website Lazada. Iklan ini bermacam-macam bentuknya ada yang berupa Google Adsense dan juga iklan hasil dari kerjasama dengan para partner terkait.

Jenis bisnis ecommerce lainnya adalah C2C (marketplace). Setelah berjalan beberapa tahun, Lazada kahirnya melakukan pivot dan memutuskan untuk mengambil juga bisnis model ini. Di Indonesia bisnis model seperti ini sudah sangat banyak. Ada beberapa toko online yang sudah memposisikan diri mereka sebagai marketplace dari awal peluncurannya.

Jika diansumsikan ke bisnis offline, model bisnis marketplace seperti ini sama seperti pengelola pasar. Dalam hal ini pengelola pasar bertugas menyediakan tempat/lapak kepada pedagang agar meraka dapat berjualan serta mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.

Umumnya para pelaku toko online seperti ini diharuskan berani memberi jaminan akan jumlah pengunjung yang tinggi untuk menarik minat merchant meletakkan barang jualannya di toko mereka. Mengingat trafik yang sangat tinggi yang dimiliki oleh Lazada Indonesia. Website yang berdiri sejak tahun 2012 tersebut telah memiliki pengunjung 37 juta pengunjung setiap bulannya. Angka yang masih sangat sulit dilampaui oleh competitor maupun para pemiliki toko offline.

Jika Anda pelanggan setia Lazada, nampaknya infromasi diatas sudah sangat familiar ditelinga Anda. Untuk lebih mengenal tentang Lazada berikut kami infokan mengenai cara membedakan produk retail dan Marketplace di Lazada.

  1. Buka http://www.lazada.co.id
  2. Cari produk yang ingin Anda beli
  3. Lihat pada bagian sebelah kanan produk, disana terdapat kolom yang menaerangkan barang dijual dan dikirm oleh siapa. Jika nama yang teretera adalah Lazada itu artinya produk tersebut adalah produk retail. Semantara itu jika nama yang tertera bukan lazada. Itu artinya produk tersebut adalah produk marketplace. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gabar dibawah ini

 

Screen Shot 2015-06-16 at 9.30.53 AM

Informasi diatas adalah bagaimana caranya membedakan antara barang retail dan marketplace di Lazada. Sebenarnya, baik produk ratail maupun marketplace di lazada sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kelebihan barang retail di lazada adalah pada ketepatan pengiriman barang. Barang yang dipesan oleh pembeli akan saat itu juga dikirimkan ke pembeli karena operasi warehouse Lazada adalah 24 jam. Namun disisi lain, jika lazada hanya mengandalkan bisnis model online retail saja dapat dipastikan produk-produk yang dijual oleh Lazada tidak akan sebanyak dan beragam seperti saat ini.

Smentara itu kelebihan dari bisnis model marketplace yang diadopsi oleh Lazada adalah pilihan produk yang sangat beragam. Tercatat hingga saat ini ada lebih dari 1.8 juta SKU di website lazada. Hal ini sanagt memudahkan pembeli karena barag yang mereka inginkan akan dengan mudah ditemukan di platform tersebut. Namun marketplace juga memiliki kelemahan, model bisnis seperti ini proses pengiriman barangnya akan lebih lama dibandingkan dengan bisnis model retail. Lazada sendiri menginfokan bahwa porduk marketplace akan memakan waktu 2-5 hari kerja untuk sampai ke tangan pembeli.

Namun kelebihan dan kekurangan yang dimiliki masing-masing bisnis model akan terbayar lunas dengan pelayanan yang diberikan oleh Lazada. Lazada Indonesia senantiasa berusaha untuk mengadirkan kepuasan bagi para pelanggannya yakni dengan memberikan produk yang berkualitas dengan harga yang miring.

 

Entry Filed under: Bisnis

Leave a Comment

Required

Required, hidden

*

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Mereka Berkata

Tags

Links

Arsip

Say Thanks

Terima kasih telah berkunjung. Mohon maaf apabila telat atau terlewat menjawab komentarnya. Lain kali mampir lagi ya.

Yang sedang mampir ...


Page Rank
PageRank



- Tanda tangan - © apvalentine.2008-2010.