FireStats error : Database error: Error establishing mySQL database connection:php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/students/public_html/wp-content/plugins/firestats/lib/ezsql/mysql/ez_sql_mysql.php on line 98

MySQL Version:
SQL Query:
INSERT DELAYED INTO `plugin_firestats_pending_data` ( `timestamp`, `site_id` , `user_id`, `url` , `referrer` , `useragent` , `ip` ) VALUES ( NOW(), 86, NULL , '', '', '', '' )

Menyelusuri Rona Hijau Keaneragaman Hayati

K ab Sijunjung dengan luas 312.040 Ha, 70% adalah kawasan hutan. Letak geografisnya banyak perbukitan berbatuan marmer dan kuarsa yang menjulang tinggi, kokoh dan tegar di puncaknya, mencapai ketinggian berkisar 1200 – 1500 m dpl, sangat kaya keanekaragaman hayati terutama spesies anggrek alamnya, sungguh sangat luar biasa sekali. Sayangnya Pihak Pemkab Sijunjung dengan institusi yang terkait sama sekali belum pernah melakukan explorasi keanekaragaman hayati , mengidentifikasi dan menginfentarisasi terutama spesies anggrek alamnya. Sehingga berbagai jenis spesies anggrek alam ( New Record ) atau lokasi baru ( New Spot ) dan jenis baru ( Spesies Nova ) yang dalam catatan baru spesies anggrek alam Indonesia belum terkuak misterinya.

Ternyata semua itu sudah dilakukan penelitian oleh
Kelompok Pecinta Alam Kab Sijunjung Wahana Nusantara Adventurir ( WANUSA ) yang diketuai oleh Raja Sawer perintis dan praktisi lingkungan, penyelamat spesies anggrek alam dari tahun 2003 sampai sekarang, kurang lebih hampir 100 spesies anggrek alam yang sudah di identifikasi dan dibudidayakan untuk penelitian dan penyelamatan kerusakan hutan akibat ulah tangan-tangan tak bertanggung jawab merambah hutan . Raja Sawer yang sangat peduli kelestarian lingkungan dengan modal kemauan keras dan kepuasan batin terpanggil untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati baik itu didaerah hutan konservasi Pangean 1 maupun diluar Kawasan hutan konservasi di Kab Sijunjung , tanpa bantuan dana dari pihak manapun.

Kepedulian LIPI Pusat Konsesvasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor pada 18 Agustus – 6 September 2005 pernah melakukan explorasi spesies anggrek alam di Nagari Solok Amba lengkapnya di Hutan Suaka Alam Pangean 1 yang pada malam hari suhu udara mencapai 22,29 derajat Celsius dan pada siang hari 20,22 derajad Celsius. Luas kawasan SA Pangean 1= 12.200 Ha dengan ketinggian 400 – 430 m dpl .Dalam penelitian tersebut di ketuai oleh Dr. Irawati yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Pusat Koordinator Proyek Pelestarian Litbang Flora – Fauna Indonesia dan Dra. Sri Hartini selaku penanggung jawab kegiatan Explorasi Flora Nusantara di Sumatera Barat lengkapnya hutan SA Pangaean 1 yang sebagian besar masih daerah Kec Sijunjung.

Hasil exprolasi spesis anggrek alam di Nagari Solok Amba tersebut memberikan nilai positif ilmu pengetahuan. 24 jenis spesies anggrek alam memiliki kesamaan dengan anggrek di Pulau Jawa, 41 % anggrek ephidemik Sumatera, 38% juga terdapat di Kalimantan dan 17 % belum diketahui jenisnya.

Spesies anggrek Coelogyne asperata , Coelodyne rochusseni de Vriese,coelogyne speciosa , Dipodium pictum, paphiopedilum tonsum, Victoria-regina, Phalanopsis cornu-cervi, Phalaenopsis Mani’i, Bulbophyllum lobbii,Bulbophylum auratum, Machodes phitola, Vanda sumatrana,acriopsis liliifolia, Spathoglotis aurea, Grammatophylum sp, oncidium
Masih banyak jenis anggrek lainnya baik yang tumbuh epifit, anggrek tanah maupun yang tumbuh di celah bebatuan tebing pinggang perbukitan yang belum diketahui spesiesnya.

Jenis anggrek bulbophyllum dan coelogyne sangat banyak ragamnya diketemukan di kawasan hutan Kab Sijunjung . Bulbophyllum auratum salah satu anggrek epifit yang tumbuh simpodial, Rozom bercabang, tumbuhnya menjalar di batang pohon bahkan di lereng bukit berbatuan juga mau tumbuh. Umbinya berwarna hijau pupus, dengan panjang berkisar 1,8- 2 cm, Jarak umbi satu dan lainnya sekitar 2-2,2 cm itu tergantung pada kesuburan pertumbuhan umbi. Warna daunnya bulat lonjong, tebal dengan panjang 7-12 cm, lebar daun 2-3,5 cm, kuntum bunganya punya karakteris tersendiri seperti bentuk setengah payung Bali berwarna merah maron pekat dan pucat. Bulbophyllum auratum tumbuh didaerah pegunungan/perbukitan dengan ketinggian `1000 – 1200 M dpl, di daerah Sisawah Kec. Sumpur Kudus banyak diketemukan dan pupulasinya sangat banyak sekali.

Bulbophyllum lobbii ini salah satu anggrek alam yang sangat unik sekali. Kalau dipandang secara prestektif seperti sebuah wujud burung kuwau, kalau tersentuh tangan atau tertiup semilir angin, secara refleksi mahkota bunganya bergoyang-goyang. Batang umbi dari anggrek ini berwarna hijau pucat pupus daun pisang, dan umbinya ( nodus ) jaraknya jarang-jarang tidak rapat,tumbuh epifit, daunnya berdaun tunggal, bunganya tumbuh disela-sela umbi batangnya, panjang tangkai bunga berkisar 10-16 cm. Bunganya berukuran cukup besar bisa mencapai 9 cm . Warna bunganya merupakan sebuah aplikasi perpaduan warna secara alami antara kuning ditengah, coklat kemerah maron di sayapnya dan pada ujung bunga seperti merupakan ekor burung berwarna coklat merah maron, aromanya cukup harum. Di Kab Sijunjung daerah yang banyak tumbuh Bulbophyllum lobbii, penyebarannya di Nagari Whater Hoot ( Aia Angek ) , Solok Amba, Silokek, Rimbo Larangan Paru,Durian Gadang, Tanjung Lolo, Sisawah, Kabun, Sumpour Kudus.

Anggrek Coelogyne asperata merupakan spesises anggrek alam tumbuh epifit dihutan frimair , di puncak bukit bebatuan walaupun terkena pencahayaan 80 % juga tumbuh dengan subur. Batang umbinya berukuran besar warna hijau ber kerunyit garis dari dasar batang sampai pucuk batang umbi, yang subur bisa sebesar lengan orang.Daunnya memang panjang bentuk daunnya seperti daun cikal kelapa namun panjangnya 60 – 120 cm, tangkai daunnya bisa mencapai 20 -40 cm. Tankai bunga muncul di sela umbi/batang bawah , ujungnya agak melengkung/condong dengan panjang batang bunga berkisar 35-50 cm , kuntum bunganya tersusun rapi berjumlah hampir 50 kuntum. Warna bunganya putih kekuningan dengan mahkota berwarna cokelat Aroma bunganya sangat harum sekali, bila di suling bisa menjadi bahan parfrum.
Penyebarannya tumbuh anggrek ini pada ketinggian 400-600 M dpl di Nagari Solok Amba , Paru dan Aia Angek banyak diketemukan .

 

1 comment April 26th, 2009

Tanaman Hias Langka Ditemukan

K
eberhasilan Kelompok Petani Peduli Hutan (KPPH) Nagari Paru Kab Sijunjung dalam melestarikan Rimbo Larangan seluas 3500 hektar dengan diikat Pernag (Peraturan Nagari) pada tahun 2001, memang tampak membawa hasil yang positif. Kelompok Petani Peduli Hutan (KPPH) ini di ketuai oleh Iskandar dibawah binaan Wahana Nusantara Adventurir (Wanusa) Sijunjung yang di gawangi oleh Priyono dan Dinas Kehutanan & Lingkungan Hidup Kab Sijunjung, KPPH mendapatkan Anugerah Kalpataru pada bulan Juni 2007 lalu, salah satu penganugerahan penghargaan yang tertinggi dari Presiden Dr. Susilo Bambang Yudhoyono bagi para penyelamat kelestarian lingkungan. Keberhasilan ini perlu diacungkan jempol untuk KPPH Nagari Paru Kec Sijunjung Kab Sijunjung termasuk yang terkait sebagai motivator penunjang keberhasilan ini.

Masih berkaitan dengan kekayaan keanekaragaman hayati di Rimbo Larangan Paru Nagari Paru yang sudah dideklarasikan oleh KPPH “ Nagari Seribu Pesona”. Salah satu penyelamat lingkungan bidang keanekaragaman hayati Priyono (51), sudah seringkali melakukan penelitian mengidentifikasi tumbuhan/keanekaragaman hayati kekayaan di Rimbo Larangan. Dan hasilnya juga mulai tampak seberkas kecerahannya. Sekitar bulan Juni 2008 berhasil menemukan jenis tanaman epifit paku-pakuan Asplenium Nidus sisik ular. Karakter tanaman ini memang tumbuhnya didaerah yang mempunyai kelembaban yang sangat tinggi, hanya membutuhkan pencahayaan matahari sekitar 45%. Ciri khas dari tanaman Asplenium Nidus sisik ular, daunnya memanjang seperti asplenium nidus lain, namun pada daun bagian bawah bercorak seperti sisik ular itupun tembus dipandang, apabila dilihat sampai kepermukaan daunnya. Panjang daun bisa mencapai sekitar 60-70 cm lebar 10-15 cm tergantung kesuburannya.

Di Rimbo Larangan juga ditemui tanaman Asplenium nidus ekor tikus, tanaman ini tergolong jarang ditemukan. Dan masih banyak ditemukan spesies nova ( penemuan spesies tanaman baru) asplenium nidus yang lain yang masih dalam penelitian. Kalau di hitung-hitung tumbuhan asplenius nidus di Rimbo Larangan sangat banyak sekali, untuk mengetahui jenisnya memang perlu dilakukan identifikasi dan inventarisasi , dimasukkan didalam catalog khusus asplenium nidus,. Selain spesies asplenium sisik ular, juga diketemukan bunga bangkai jenis Amorphopalus titanum yang sedang mekar, dengan ketinggian dari Muka Tanah (MT) 2,5 meter, rentang kemekaran kelopak bunga 2,5 meter, warna bunganya lila dan kuning masak, tutur ketua Walhi tersebut.
Ditempat terpisah, mantan Wali Nagari Paru juga Ketua KPPH Iskandar ketika di konfirmasikan masalah tanaman Asplenium nidus/Kadaka sisik ular, “baru kali ini saya melihat tanaman kadaka sisik ular. Inilah salah satu kekayaan alam di kawasan Rimbo Larangan. Selain itu kehidupan fauna/satwa yang dilindungi juga masih banyak, diantaranya harimau Sumatera, beruang, siamang, ungkou, ular dan lain sebagainya”, ungkap Iskandar.

Add comment April 26th, 2009

Cagar Budaya Jambu Lipo Kec. Lubuk Tarok


Kerajaan Jambu Lipo di Kec. Lubuk Tarok kurang lebih 20 Km dari Muaro Sijunjung, merupakan cagar Budaya Kerajaan Minangkabau tempoe doeloe yang nyaris terlupakan dan kurang dipublikasikan. Mengenal lebih jauh tentang Kerajaan Jambu Lipo, terlebih dahulu ada baiknya kita mengetahui tentang Kec Lubuk Tarok.

Kec Lubuk Tarok meliputi 3 nagari yaitu Lalan, Buluh Kasok dan Lubuk Tarok. Berdasarkan data dari kantor BPS Swl-Sijunjung Tahun 2006 jumlah penduduk 13.258 orang terdiri 3.690 KK, penduduk miskin 3.976 orang ( 29,99% ). Selain adat istiadatnya yang masih kuat, banyak rumah-rumah adat dipertahankan keberadaannya. Mata pencaharian penduduk setempat bertani dan berkebun, sebagian juga banyak yang merantau ke Negeri Jiran Malaysia, tingkatan ekonominya sudah membaik. Masalah SDMnya boleh dikatakan sudah maju, banyak orang Lubuk Tarok yang menduduki jabatan penting di pemerintahan , tingkat Kab/Kota Sumatera Barat/tingkat pusat maupun menjadi anggota Kepolisian dan TNI.

Kec Lubuk Tarok termasuk….. kecamatan termuda, hasil pemekaran Kec Sijunjung dan sudah difinitif. Masalah pendidikan, baik SD-SMP dan SMA baru sudah dibangun pada tahun 2007. Untuk pelayanan kepada masyarakat Kantor Polsek Lubuk Tarok juga sudah ada. Untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Lubuk Tarok sudah ada Puskesmas Pembantu dan setiap Nagari juga sudah ada Puskesmas Pembantu. Alat transportasi dari kendaraan roda 2 sampai kendaraan bus juga sudah sampai ke Lubuk Tarok, kesimpulannya tidak ada kendala ke Lubuk Tarok.

Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kec Lubuk Taruk mulai dibangun kebun sawit 500 hektar oelh PT. Sasindo. Sekarang dalam tahap pekerjaan membuatan pembibitan seluas 4 hektar Lubuk Tarok Dengan Cagar Budaya Kerajaan Jambu Lipo.
Sebagai Kampuang Tuo (Desa yang sudah tua), Lubuk Tarok memiliki Cagar Budaya Kerajaan yang bernama Jambu Lipo. Peninggalan sejarahnya sampai sekarang masih ada dan terawat dengan baik, “Rumah Gadang 24 Ruang” dan bekas Rumah Rajo Jambu Lipo. Sayangnya salah satu kekayaan Kerajaan Jambu Lipo yang merupakan Stempel Kerajaan sudah hilang entah kemana.

Membicarakan rumah gadang 24 ruang, sudah di lakukan Rehab dengan dana dari Pemkab Sijunjung beberapa tahun lalu masih dalam kepemimpinan H. Darius Apan. Pemkab Swl-Sijunjung menyadari bekas Kerajaan Jambu Lipo merupakan asset cagar budaya di Kab Swl-Sijunjung keberadaannya perlu di pertahankan dan dilestarikan.

Peninggalan Kerajaan Jambu Lipo, termasuk Lesung panjang menumbuk padi sewaktu ada acara Adat Nagari misalnya Tagak Gala Pangulu , beberapa kaum wanita menumbuk padi memakai alu bergantian, sehingga menimbulkan musik Perkusi yang betul-betul orisinil diiringi dengan syair-syair yang indah sekali. Didalam menumbuk padi bergantian, rombongan pertama 15 orang, rombongan kedua juga sama dan seterusnya. Selain kesenian tradisional, Randai, Saluang, Rabab, juga ada tari spesifik Lubuk Tarok yaitu tari pedang yang tidak ada kecamatan lainnya.

7 comments November 14th, 2008


Mereka Berkata

Tags

Links

Arsip

Say Thanks

Terima kasih telah berkunjung. Mohon maaf apabila telat atau terlewat menjawab komentarnya. Lain kali mampir lagi ya.

Yang sedang mampir ...


Page Rank
PageRank



- Tanda tangan - © apvalentine.2008-2010.