FireStats error : Database error: Error establishing mySQL database connection:php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/students/public_html/wp-content/plugins/firestats/lib/ezsql/mysql/ez_sql_mysql.php on line 98

MySQL Version:
SQL Query:
INSERT DELAYED INTO `plugin_firestats_pending_data` ( `timestamp`, `site_id` , `user_id`, `url` , `referrer` , `useragent` , `ip` ) VALUES ( NOW(), 86, NULL , '', '', '', '' )

Rolling on Kick Fest 2011

Kick Fest 2011
Mendung menjadi warna dari kota jogja beberapa minggu terakhir, begitu juga hari ini, mulai dari pagi sampai sore hari bawaan cuaca selalu mendung dan terkadang turun hujan gerimis.

Satnite ini refresh dengan menghadiri acara kickfest 2011 di jogja expo center, kebetulan ada konser ERK (Efek Rumah Kaca) dan Jenny.

Seperti biasanya jalanan pada malam minggu di kota jogja macet pool, jadi memilih shortcut gang-gang kecil menuju JEC, sesampai disana antrian tiket begitu ramai, dan saya beruntung bisa masuk gratis dibantu teman yang punya idcard panitia kick fest.

Ketika masuk, acara lansung dimulai, diawali penampilan Jenny, hampir semua penonton rock;in rolling dan terkadang ada yang rusuh juga. Jenny hanya berdendang beberapa lagu.

Setelah itu disambut dengan penampilan Efek Rumah Kaca, suasana begitu damai dan tenang hanya ada tepuk tangan dan iringan lagu dari penonton.

Sayang sekali , ERK hanya melantunkan 6 lagu, di antaranya lagu sebelah mata, desember, kenakalan remaja diera informatika dan lagu lainya.

Berikut beberapa foto yang sempat di abadikan :

1 comment April 4th, 2011

New Album Alter Bridge – AB III, Thats Great.

Gratis alias free download album baru dari Alter Bridge – AB III (new Album 2010).

Ada yang tak kenal dengan band yang satu ini??? Ia terkenal dengan lagunya yang bejudulkan Open Your Eyes pada album pertama mereka. Setelah mengeluarkan dua album sebelumnya yaitu One Day Remain sebagai album pertama mereka dan BlackBird menjadi album kedua mereka dengan hits Watch over you, akhirnya Alter Bridge mengeluarkan album terbarunya yang telah rilis pada pengujung tahun lalu. Album terbaru mereka diberi judul AB III.

Pada album ketiga ini mereka mengeluarkan 14 lagu, and everything is quality, *quality yes, quantity yes. 🙂  berikut list tack lagu lagu tersebut. :

abiii
1. AlterBridge – Slip to the Void
2.
AlterBridge – Isolation
3. AlterBridge – Ghosts of Days Gone By
4. AlterBridge – All Hope Is Gone
5. AlterBridge – Still Remains
6. AlterBridge – Make It Right
7. AlterBridge – Wonderful Life
8. AlterBridge – I Know It Hurts
9. AlterBridge – Show Me a Sign
10. AlterBridge – Fallout
11. AlterBridge – Breath Again
12. AlterBridge – Coeur D’Alene
13. AlterBridge – Life Must Go On
14. AlterBridge – Words Darker Than Their Wings.
You want listen all ??? download Album Alterbrige III klik disini,
silahkan extract lalu masukan password www.mp3boo.com
Selamat mendengarkan. 🙂

1 comment January 21st, 2011

Review dan Tutorial Aplikasi Music Rhythmbox Ubuntu 10.10

Pada posting yang lalu kita sudah membahas mengenai konfigurasi apa saja yang di lakukan setelah kita menginstall OS ubuntu 10.10, kembali ke review dan tutorial lagi untuk posting kali ini, yaitu mengenai Fitur  / Aplikasi Rhythmbox yang di sediakan oleh Ubuntu ini.  Lansung saja ke topik permasalahan.

Apa itu Rhythmbox ??

Rhythmbox
Rhythmbox merupakan default dari music player di Ubuntu. Fitur-fiturnya antara lain:
  • Mudah digunakan sebagai browser musik.
  • Dapat menyortir dan mencari lagu-lagu.
  • Mendukung format audio komprehensif melalui GStreamer.
  • Dapat digunakan sebagai Internet Radio dengan dukungan last.fm stream.
  • Playlist.
  • Tampilan audio visualisasi.
  • Transfer musik ke dan dari iPod, MTP, dan USB Mass Storage.
  • Dapat menampilkan album lagu dan informasi unduhan lagu dari internet.
  • Secara otomatis mengunduh podcast audio.
  • Menjelajah, pratinjau, dan mengunduh album dari Magnatune dan Jamendo.

Gunakan USC untuk menambahkan codec multimedia Rhythmbox

Agar Rhythmbox dapat berjalan dengan baik di Ubuntu, pastikan codec-codec multimedia yang dibutuhkan sudah terinstall (baca tutorialnya di sini dan disini atau gunakan Ubuntu Software Center untuk menginstall codec GStreamer).

Tutorial Memberikan Lirik Lagu Di Rhythmbox

Edit – Plugins – Song Lyrics – Configure

Agar Rhythmbox dapat memberikan lirik lagu yang sedang kita putar, pertama kita aktifkan dulu plugins-nya melalui Edit – Plugins dan centang opsi Song Lyrics. kemudian lakukan konfigurasi Song Lyrics (klik configure). Aturlah Search Engines Lyrics yang kita sukai dan tempatkan folder Lyrics di /home/nama_user/.lyrics atau di folder yang ada suka.

Menambahkan Lirik Lagu Secara Manual di Rhythmbox

Klik kanan pada lagu untuk mengedit

Bila Rhythmbox gagal mendapatkan lirik lagu via Search Engine Internet, kita dapat menambahkan lirik lagu tersebut secara manual. Caranya klik kanan lagu dan pilih “Properties” lalu pilih tab “Lyrics” dan klik “Edit” untuk menambahkan lirik lagu lalu “Save”. Lirik lagu akan di simpan di direktori /home/nama_user/.lyrics.

Klik edit lalu tambahkan liriknya, kemudian save

Kita juga dapat mengedit lirik yang terdapat di direktori tersebut melalui Text Editor semacam Gedit, Bluefish dan lain-lain.

Tutorial Mengaktifkan Jamendo dan Magnatune Store Di Rhythmbox

Jamendo adalah situs musik gratis di mana kita lagu-lagunya berlisensi Creative Commons  atau Free Art License, kita diperbolehkan untuk mendownload dan juga melakukan streaming Jamendo.

Magnatune Store merupakan American independent record label yang berpusat di Berkeley, California Amerika Serikat. Magnatune Store hanya melayani penjualan musik melalui website. Semboyan mereka adalah “we are not evil” dan sesuai dengan semboyan mereka, Magnatune Store “tidaklah jahat” karena mengijinkan kita untuk melakukan streaming lagu tanpa harus membayarnya. Dengan kata lain Magnatune Store merupakan pioner dalam “perdagangan musik yang adil”, konsumen diperbolehkan mendengar lagunya terlebih dahulu (melalui streaming secara full dan gratis).

Untuk mengaktifkan Jamendo dan Magnatune Store, pastikan plugin-nya sudah terinstall (Edit – Plugins dan beri tanda centang pada opsi Jamendo serta Magnatune Store).

Tutorial Menjalankan Podcast di Rhythmbox

Podsiar (bahasa Inggris: podcast) atau siaran web tan-alir (non-streaming webcast) adalah serangkaian berkas media dizital (baik audio maupun video) yang diterbitkan sewaktu-waktu dan sering diunduh melalui penyalur-sedia web (web syndication). Kata ‘podcast’ menelantarkan istilah ‘webcast’ dalam bahasa sehari-hari, karena meningkatnya kegemaran iPod dan pasokan web (web feed) – Wikipedia Bahasa Indonesia.

Tambahkan feed podcast

Untuk menjalankan podcast di Rhythmbox yang kita butuhkan adalah alamat feed podcast itu, misalnya http://www.radiorodja.com/feed/podcast/. Cara menambahkan alamat podcast adalah dengan klik kanan podcast dan pilih “New Podcast Feed” dan isi dgn alamat feed podcast yang dituju.

Tutorial Menambahkan Saluran Radio Di Rhythmbox

Default saluran radio Rhythmbox adalah saluran luar negeri, bila ingin mendengar saluran radio lokal, kita dapat menambahkannya sendiri. Caranya adalah:

Klik kanan radio dan tambahkan url radio

Klik kanan pada radio dan tambahkan url radionya, misalnya “http://pramborsfm.com/_compile/playlist.m3u” tanpa tanda kutip.

Daftar sejumlah saluran radio online di Indonesia:

Prambors: Tempat Nak Muda Mangkal

http://pramborsfm.com/_compile/playlist.m3u

Radio Rodja: Saluran Tilawah dan Kajian Islam

Elshinta: News and Talk

http://www.elshinta.com/v2003a/elsh_streaming.asx

Rase FM Bandung

http://rase-fm.simaya.net.id:8200

Hard Rock FM:  Lifestyle Entertainment Station

mms://radio.vstreamer.com/hardrock – Jakarta
mms://202.148.11.104/hardrockfm – Surabaya

Elitra FM: Jogja’s Spirit

http://www.eltirafm.com/audio/stream/streamnew.m3u

Radio Sonora Surabaya – The Art of Information and Music Taste

http://www.sby.dnet.net.id/onlineradio/sonora.asx

Edit Title

http://www.elshinta.com/v2003a/elsh_streaming.asx

Agar mudah dikenali nama stasiunnya, maka beri keterangan, caranya dengan klik kanan (properties) stasiun radio yang dimaksud lalu edit Title dan Genre-nya.

Sampai disini dulu review dan tutorialnya kawan, semoga bermanfaat. 😀

2 comments November 25th, 2010

History Of Dream Theater

Dream Theater adalah salah satu grup progressive metal paling terkemuka di dunia saat ini. Didirikan oleh Mike Portnoy, John Petrucci dan John Myung, mereka telah merilis delapan album studio, empat rekaman live dan satu album pendek (EP).

Album pertama mereka, When Dream And Day Unite direkam dengan Charlie Dominici sebagai vokalis dan Kevin Moore sebagai pemain keyboards. Dominici berusia jauh lebih tua daripada anggota lainnya dan ingin memainkan musik yang lain, sehingga ia kemudian keluar dari grup. Mereka kemudian mencari pengganti yang ideal selama 2 tahun sampai akhirnya bertemu dengan James LaBrie, vokalis dari Kanada melalui audisi.

Bersama LaBrie mereka merekam Images And Words yang melambungkan nama mereka ke jajaran internasional dengan hit “Pull Me Under” dan “Another Day”. Awake adalah album terakhir mereka dengan Moore yang kemudian digantikan oleh Derek Sherinian untuk album Falling Into Infinity. Pada akhirnya Sherinian juga digantikan oleh Jordan Rudess dan formasi ini masih bertahan sampai hari ini. Mereka telah meluncurkan album konsep Metropolis 2: Scenes From A Memory dan album ganda Six Degrees Of Inner Turbulence. Pada tahun 2003 mereka memutuskan untuk merekam album non-konsep Train Of Thought yang sangat dipengaruhi oleh grup thrash metal seperti Metallica.

Album terbaru mereka yang berjudul Octavarium dikeluarkan pada tanggal 7 Juni 2005 dan selain merupakan album studio kedelapan juga mengandung delapan lagu.

Setelah Dream Theater meluncurkan album Live mereka dalam memperingati 20 tahun Dream Theater terbentuk yang berjudul Score yang direkam pada tanggal 1 April 2006 di Radio City Music Hall,US. Mereka kembali bersiap meluncurkan album ke sembilan mereka dengan membawa bendera label record baru yaitu RoadRunner Records, mereka telah merampungkan album Systematic Chaos yang berisi 8 lagu dan akan diluncurkan pada tanggal 5 Juni 2007 di US.

Sejarah

Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.

Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan boom box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat “majestic”. Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang.

Pada saat – saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kiat ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karir di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karir musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.

Moore juga akhirnya keluar dari sekolahnya, SUNY Fredonia, untuk berkonsentrasi dengan band tersebut.

Karakteristik penulisan lagu

Beberapa teknik penulisan lagu yang unik telah dilakukan oleh Dream Theater, yang kebanyakan terjadi di masa – masa sekarang, ketika mereka bisa bereksperimen dengan label rekaman mereka sendiri.

Dimulai dengan Train of Thought, Dream Theater sudah memulai memasukkan elemen – elemen kecil dan tersembunyi di musik mereka, dan memuat elemen tersebut kepada peminat yang lebih fanatik. Karakteristik yang paling terkenal (yang biasa disebut “nugget”) tersembunyi di “In the Name of God”, yang merupakan sandi morse dari “eat my ass and balls” (makan pantatku dan penisku), yang merupakan kata – kata terkenal dari Mike Portnoy. Sejak saat itu, banyak peminat – peminat Dream Theater mulai berusaha menemukan hal – hal kecil yang biasanya tidak menarik bagi peminat biasa.

Beberapa dari teknik mereka yang terkenal termasuk:

* Suara dari fonograf di akhiran dari “Finally Free” di album Scenes from a Memory adalah suara yang sama di awalan “The Glass Prison” di album berikutnya, Six Degrees of Inner Turbulence. Dan akhiran kunci terakhir di “As I Am” sama dengan kunci yang digunakan di album selanjutnya, Train of Thought. Juga, not piano yang dimainkan di akhiran “In the Name of God” di ‘Train of Thought adalah not yang sama dengan pembukaan “The Root of All Evil” di album berikutnya, Octavarium.

* Tiga bagian dari “The Glass Prison” di Six Degrees of Inner Turbulence, dua bagian dari “This Dying Soul” di Train of Thought dan dua bagian dari “The Root of All Evil” di Octavarium menunjukkan tujuh poin pertama dari dua belas poin – poin di program Alcoholics Anonymous oleh Bill Wilson, yang mana program itu diikuti oleh Mike Portnoy. Ia juga berkata bahwa ia akan membuat lagu – lagu lain yang memuat lima program lainnya, yang akan ditujukan untuk Wilson

* Dream Theater kadang menggunakan teknik penulisan lagu dimana bagian – bagian dari sebuah lagu dikembangkan tiap kali mereka dimainkan. Contohnya, lagu “6:00” dari Awake. Setelah awalan lagu, mereka hampir memainkan chorus, tapi mengulang lagu tersebut dari awalan lagi (di menit 1:33). Dan ketika chorus sudah seharusnya dimainkan pada saat berikutnya, mereka mengulang lagi dari awalan, di menit 2:11. Teknik ini bisa juga ditemukan di “Peruvian Skies”, “Blind Faith” dan “Endless Sacrifice”

* Penggunaan notasi yang berulang – ulang juga digunakan, yang sudah dikenal dari lagu – lagu Charles Ives, contohnya:
o Tema lagu “Wait for Sleep” muncul di “Learning to Live” (menit 8:11) dan juga muncul dua kali di “Just Let Me Breath” (menit 3:39 dan 5:21)
o Tema lagu “Learning to Live” muncul di “Another Day” (menit 2:53)
o Tema lagu “Space-Dye Vest” digunakan beberapa kali di album Awake.
o Tema pembukaan dari “Erotomania” digunakan di “Voices” di Awake (menit 4:51).
o Satu dari melodi – melodi di “Metropolis Pt 1 (The Miracle and the Sleeper)” diulang di chorus kedua di “Home” dari Metropolis Pt 2 (Scenes From A Memory), dengan cuma pengubahan satu kata. Beberapa lirik dari “Metropolis Pt 1” just digunakan di “Home”. Pada dasarnya, keseluruhan album “Scenes From A Memory” penuh dengan musikal/lirikal/konseptual variasi dari elemen – elemen musikal dari “Metropolis Pt 1” dan “The Dance of Eternity” sebenarnya dibangun dari variasi – variasi elemen musik di lagu – lagu dalam album tersebut.
o Bagian – baguan dari tiap lagu di album “Octavarium” telah digunakan di bagian kelima dari lagu berjudul sama, “Octavarium”.

* Six Degrees of Inner Turbulence, studio album ke enam mereka, memuat enam lagu dan mempunyai karakter – karakter angka enam di judul – judul lagunya. Train of Thought, studio album ke tujuh mereka, memuat tujuh lagu. Octavarium, studio album ke delapan mereka memuat delapan lagu dan judul albumnya diambil dari kata octo, yang merupakan kata Latin yang berarti delapan, berarti satu oktaf dari istilah musik, yang mana merupakan jarak dari satu not ke not lain adalah delapan not di tangga nada diatonik. Judul lagi dari CD ini adalah 24 menit, kelipatan dari 8. Halaman depan albumnya juga memuat karakter – karakter yang berhubungan dengan 5 dan 8. Contohnya, satu set dari kotak – kotak putih dan kotak – kotak hitam, mempunyai arti satu oktaf dari piano.

* Lagu “Octavarium” dulunya ingin diakhiri dengan seruling yang bergema serupa dengan awalan lagu tersebut. Namun diganti dengan not piano yang sama dari awalan album Octavarium. Mike Portnoy telah mengatakan bahwa seri awalan – akhiran album akan berhenti disini, karena album ke sembilan mendatang tidak akan diawali dengan akhiran “Octavarium”

9 comments November 24th, 2008


Mereka Berkata

Tags

Links

Arsip

Say Thanks

Terima kasih telah berkunjung. Mohon maaf apabila telat atau terlewat menjawab komentarnya. Lain kali mampir lagi ya.

Yang sedang mampir ...


Page Rank
PageRank



- Tanda tangan - © apvalentine.2008-2010.