Sawah Lunto Sijunjung besides known as producer of Coal mines in Indonesia, also known as a tourist destination in West Sumatra. Located at north-east and about 114 KM drive from Padang, Dusun Tanggalo, Desa Air hangat, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sawah Lunto Sijunjung, West Sumatera, through narrow, winding road with tropical forest viewed at left and right sides, seems like ready to challange the travelers who want to explore this karst mountains.
(more…)
April 30th, 2010
Tim Olimpiade Sains Kabupaten
Sijunjung, meraih predikat Juara Umum pada seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten
Sijunjung. Dari 8 cabang olimpiade sains, 5 diantaranya predikat juara 1 diraih oleh Tim OSK SMA 1 Sijunjung. Kelima cabang tersebut adalah: Matematika, Fisika, Komputer, Ekonomi dan GeoSains. Hasil lengkap yang diraih Tim OSK
SMA 1 Sijunjung, adalah
# HAMDANI AGUSTA kelas X.1 Peringkat Ke 1 bidang MATEMATIKA
# REZKA ANUGRAH kelas X.1 Peringkat Ke 2 bidang MATEMATIKA
# RAHMA DENI IRMA kelas XI IA.1 Peringkat Ke 1 bidang KOMPUTER
# M. ASER kelas XI IA.1 Peringkat Ke 3 bidang KOMPUTER
# DINA SYAFLITA kelas XI IA.1 Peringkat Ke 1 bidang FISIKA
# HILDA JESSICA V. kelas XI IA.1 Peringkat Ke 1 bidang GEOSAINS
# FAJRA ADHA kelas X.3 Peringkat Ke 3 bidang GEOSAINS
# ANNISA MEUTHIA kelas XI IA.1 Peringkat Ke 2 bidang KIMIA
# IFRI SURYA kelas X.4 Peringkat Ke 3 bidang KIMIA
Selanjutnya ke-9 peserta tersebut akan mengikuti pemusatan latihan (training centre) tingkat Kabupaten Sijunjung yang bertempat di SMA 1 Sijunjung.
August 25th, 2009
Hidup ini selalu ada pilihan , dari pilihan itu akan terciptalah kekuatan dan pengorbanan. Seperti kita melilih untuk menentukan seberapa besar kejujuran yang kita miliki. Layaknya SMANSASI singkatan dari SMA N 1 Sijunjung yang memilih untuk melaksanakan program kantin jujur. Setelah penantian empat tahun yang di rencanakan oleh Guru dan Pengurus OSIS dan akhirnya dibawah pimpinan kepala sekolah Syafruddin S.pd M.M program ini dapat di realisasikan juga.
Kantin jujur ini di beri nama Tunas Muda oleh kepala sekolah SMAN 1 Sijunjung Syafruddin S.pd M.M. Pemberian nama Tunas Muda tidak lah ditetapkan begitu saja tapi mengandung makna dan tujuan untuk mendidik para guru dan siswa memiliki nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam diri mereka, sehingga dari sekolah tersebut nantinya akan lahir manusia-manusia yang memiliki kejujuran dan bisa menjadi contoh tauladan ditengah-tengah masyarakat. ucap Syafruddin.
Program kantin jujur tersebut banyak mendapat dukungan dari pihak luar diantaranya oleh Pemda Kab. Sijunjung dengan memberikan bantuan modal sebesar Rp. 5 juta dan Kejaksaan Negeri Sijunjung juga ikut berpartisipasi dengan memberikan tambahan modal sebesar Rp 1 juta. Dengan adanya dukungan tersebut dapat memberikan kemaujuan terhadap SMA N 1 sijunjung khususnya pada program kantin jujur.
Kantin Jujur Tunas Muda diresmikan pada tanggal 20 Maret 2009, yang dihadiri oleh Bupati Kab. Sijunjung H. Darius Apan. Dalam sambutannya beliau menyatakan kesalutannya kepada SMA N 1 Sijunjung yang merupakan sekolah Unggul di Kabupaten ini. Beliau juga memuji adanya kantin jujur Tunas Muda di SMA N 1 Sijunjung, sebab dengan adanya kantin jujur yang dikelola siswa dan majelis guru tersebut, merupakan upaya menanamkan nilai-nilai kejujuran terhadap siswa itu sendiri.
Bupati H. Darius Apan berjanji akan memberikan tambahan modal sebesar 10 juta lagi , apabila dalam waktu tiga bulan kantin jujur tunas muda bisa maju dan berkembang.
Dalam Pidato sambutannya itu, dengan bijak beliau berpesan kepada siswa SMA N 1 Sijunjung “Dalam hidup ini kita harus memiliki kejujuran, baik terhadap diri sendiri, maupun orang lain dan pekerjaan. Dengan kejujuran tersebut kita akan mendapatkan hasil sesuai dengan yang dicita-citakan, termasuk dalam pendidikan.
Tidak Hanya Bupati yang memberikan sambutan tetapi Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung Firdaus, SH juga menyampaika sedikit pidato , beliau menilai keberadaan kantin jujur di SMANSASI ini adalah langkah terbaik untuk pembinaan taat hukum kepada generasi muda, dan itu sejalan dengan program dari kejaksaan untuk menciptakan masyarakat yang taat hukum, sebagai salah satu upaya untuk
pemberantasan korupsi.
Begitulah kabar dari SMA N 1 Sijunjung. Semoga dapat memberikan Informasi.
ehh , jangan lupa comment ya,.!!!!
May 13th, 2009

S
ejalan Pemerintah menetapkan tahun 2009 ( Visit Indonesia Year 2009 ), Indonesia yang kaya dengan obyek wisata alam, cagar budaya, lebih jauh harus dioptimalkan promosi obyek-obyek wisata yang belum tersentuh oleh Wisatawan Manca Negara ( Wisman ). Salah satu obyek wisata yang kerakteris keunikannya tidak dijumpai didaearah lain termasuk keajaibannya di Nagari Paru Kec Sijunjung Kab Sijunjung Prov Sumatera Barat ( menyelusuri jejak- jejak keajaiban Nagari Seribu Pesona).
Barangkali di Era Gliobalisasi & Computerisasi banyak orang beranggapan tidak percaya dengan adanya Mistik yang Sakral atau keanehan yang masih ada dan sebuah mitos cerita masyarakat sejak turun temurun yang betul-betul terjadi. Bukan berarti kita sebagai umat terutama beragama Islam yang dilandasi dengan Iman & Taqwa menduakan adanya Tuhan Allah SWT. Dari rangkuman- rangkuman kejadian di Nagari Pesona dipercaya oleh masyarakat setempat memang betul-betul terjadi .
Iskandar ( 41) tahun mantan Walinagari Paru dan Ketua Kolompok Petani Peduli Hutan ( KPPH ) Nagari Paru 6 Juni 2007 mendapat Kalpataru atas keberhasilan mempertahankan kelestarian Rimbo Larangan seluas 4500 hektar, memaparkan kepada natrasumber baru-baru ini sbg :
Suatu kejadian pada bulan Mei 2007, di daerah Mudik Mangan masih dalam kawasan Rimbo Larangan ada pelintasan harimau memang dibenarkan. Bukan cuma cerita yang dibuat-buat atau dibesar-besarkan. Salah satu pengalaman yang membuat nyali kecut dan bulu kuduk langsung merinding dialami oleh Saleh ( 40 ) tahun pada hari Kamis tanggal 17 Mei 2007 sekitar pukul 09.00 Wib dari Paru - Sijunjung yang menempuh jarak 36 Km, kebetulan setiap hari Kamis adalah hari Pekan-pekan atau hari Pasar Sijunjung. Sesampainya di ujung jalan tanjakan yang sudah di rigit beton daerah bukit batabuh 2 Km dari Paru tiba-tiba seekor Inyiak Balang ( sebutan harimau bagi warga setempat ) dengan ukuran panjang 2 meter melompat dan melintas dari semak-semak Rimbo Larangan. Saleh terkejut begitu juga harimau itu. Dengan rasa ketakutan badan Saleh lansung menggigil, harimau tidak juga pergi malah duduk sigap ditepi jalan sekitar hampir 7 menit. Seumpama Saleh membawa Hp atau camera dan nyalinya tidak ciut bisa diabadikan dengan mengambil fotonya. Namun Saleh yang masih dalam cengeraman ketakutan masih dalam keadaan menggigil badannya diatas sepeda motor bebek. Tidak beberapa lama tersentak setelah terdengar bunyi klakson mobil Lk. 300 angkutan pedesaan arah ke Pasar Sijunjung. Harimaupun terkejut lalu melompat sejauh 3 meter . kelembah bukit Batabuh.
Nah inilah suatu kejadian yang dialami oleh Saleh Warga Nagari Paru, tutur Iskandar.
Harimau Lebih Pintar.
Iskandar juga menuturkan pengalaman yang lain, sewaktu musim durian kebetulan daerah Rimbo Larangan banyak pohon durian yang umurnya sudah tua-tua, bahkan ada batang durian diameternya kurang lebih 3 m. masyarakat Nagari Paru sering mencari durian.di Rimbo Larangan . Secara adat-istiadat durian yang bisa diambil durian yang sudah jatuh dari batang pohonnya. Siapapun yang mendapatkannya berarti itu rejeki orang tersebut, walau itu dikebun orang atau dikawasan hutan. Pada umumnya pencari durian memasuki Rimbo Larangan malam hari, sudah membuat pondok dekat batang durian yang sedang berbuah lebat. , Sebelum wardhu sholat Subuh saya sudah sampai di bawah salah satu batang durian di Rimbo Larangan dan tampaklah 3 buah durian itu dikumpulkan oleh harimau dan sudah dibukanya. Harimau juga sangat suka dengan buah durian. Anehnya tidak satupun biji buah durian itu tergores oleh taring maupun gigi harimau.Inilah salah satu kelebihan harimau dari pada orang, kalau orang memakan buah durian pasti ada bekas goresan gigi di biji buah durian, tutur Iskandar.
Harimau Minta Ikan.
Kalau ada orang mencari ikan di sungai yang mengalir kawasan Rimbo Larangan, tiba tiba ada yang melempar dengan tanah kedalam sungai, berarti itu harimau mau minta ikan. Kalau sudah tau isyarat dari harimau, lemparkan saja 1 ekor ikan kemudian harimau itu pergi.
Harimau Penunjuk Jalan Dikalau Orang Tersesat Dalam Rimbo Larangan.
Apabila kita masuk ke kawasan hutan terutama Rimbo Larangan, entah itu sedang melakukan aktifitas pengukuran hutan, mencari getah rotan dan lainnya, hari sudah larut senja, tidak tau arah jalan keluar, meskipun rintisan jalan awal sudah ditandai dengan cat pilok tak diketemukan lagi kita tersesat dalam hutan, harimaulah yang akan menuntun kita kerluar dengan tanda-tanda ranting-ranting kayu yang dipatahkan, ikuti saja patahan-patahan ranting kayu tersebut, nanti akan ketemu jalan keluarnya tidak tersesat lagi dalam hutan.
Black Phanter Sumatra Masih Ada.
Harimau hitam selalu yang besarnya tidak sebesar harimau loreng di kawasan Rimbo Larangan Nagari Paru masih ada. Menurut cerita orang tua-tua di Nagari Paru, konon kalau ada harimau lain masuk ke daerah hutan Paru, diusirnya. Tanda-tandanya terdengar lengkingan dan auman harimau hitam. Seandainya sepasang suami istri sudah bercerai , namun mantan suaminya sering mendatangi jandanya ( bersekingkuh ), harimau hitam memberikan ab-aba dengan auman yang lain lengkingannya, atau harimau hitam itu masuk dalam perkampungan, dengan tanda-tanda dimana ditempat tanah yang becek& lunak ada bekas jejak telapak kaki harimau hitam, maka dengan tanda-tanda tersebut Monti Dulu Balang ( sesepuh adat ) siap melakukan investigasi terhadap cucu kemenakan yang melakukan kesalahan.
3 lokasi yang dihuni harimau hitam di kawasan hutan Nagari Paru , menurut keterangan pak Griwo salah satu sesepuh di Nagari Paru, antara lain di daerah Mudik Mandi Angin, Hulu Mudik Paru,dan di Gunung Tunggal. Di Gunung Tunggal ini juga ada sebuah Ngalau ( goa ) sarang orang Bunian ( makhluk halus ).
Bunyi Siamang di Malam Hari Bawa Pertanda.
Terdengar bunyi/suara Siamang dimalam hari lengkapnya di Gunung Payung yang merupakan gunung yang tertinggi di Nagari Paru dan gunung yang sangat keramat dan penuh misteri, pertanda akan menghadapi perkara di kampung. Bunyi suara Siamang terdengar di Gunung Halaman malam hari, pertanda akan ada orang meninggal dunia di kampung. Terdengan bunyi suara Siamang di Gunung Pincuran pertanda ada orang mati darah. Bunyi suara Siamang di malam hari di Gunung Talago, pertanda ada orang meningggal/mati muda.
Subarang Masjid Tempat Sakral.
Tempatseakral untuk minta do’a mengharapkan datangnya hujan maupun mendo’a sehabis keberhasilan panen padi sawahnya, berlokasi di Subarang Masjid 500 m dari pasar Nagari Paru. Itulah kejadian-kejadian aneh di Nagari Seribu Pesona yang berhasil ditelusuri Koresponden Suara Bumi Sumatera Barat Priyono.
April 26th, 2009
K ab Sijunjung dengan luas 312.040 Ha, 70% adalah kawasan hutan. Letak geografisnya banyak perbukitan berbatuan marmer dan kuarsa yang menjulang tinggi, kokoh dan tegar di puncaknya, mencapai ketinggian berkisar 1200 – 1500 m dpl, sangat kaya keanekaragaman hayati terutama spesies anggrek alamnya, sungguh sangat luar biasa sekali. Sayangnya Pihak Pemkab Sijunjung dengan institusi yang terkait sama sekali belum pernah melakukan explorasi keanekaragaman hayati , mengidentifikasi dan menginfentarisasi terutama spesies anggrek alamnya. Sehingga berbagai jenis spesies anggrek alam ( New Record ) atau lokasi baru ( New Spot ) dan jenis baru ( Spesies Nova ) yang dalam catatan baru spesies anggrek alam Indonesia belum terkuak misterinya.
Ternyata semua itu sudah dilakukan penelitian oleh
Kelompok Pecinta Alam Kab Sijunjung Wahana Nusantara Adventurir ( WANUSA ) yang diketuai oleh Raja Sawer perintis dan praktisi lingkungan, penyelamat spesies anggrek alam dari tahun 2003 sampai sekarang, kurang lebih hampir 100 spesies anggrek alam yang sudah di identifikasi dan dibudidayakan untuk penelitian dan penyelamatan kerusakan hutan akibat ulah tangan-tangan tak bertanggung jawab merambah hutan . Raja Sawer yang sangat peduli kelestarian lingkungan dengan modal kemauan keras dan kepuasan batin terpanggil untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati baik itu didaerah hutan konservasi Pangean 1 maupun diluar Kawasan hutan konservasi di Kab Sijunjung , tanpa bantuan dana dari pihak manapun.
Kepedulian LIPI Pusat Konsesvasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor pada 18 Agustus – 6 September 2005 pernah melakukan explorasi spesies anggrek alam di Nagari Solok Amba lengkapnya di Hutan Suaka Alam Pangean 1 yang pada malam hari suhu udara mencapai 22,29 derajat Celsius dan pada siang hari 20,22 derajad Celsius. Luas kawasan SA Pangean 1= 12.200 Ha dengan ketinggian 400 - 430 m dpl .Dalam penelitian tersebut di ketuai oleh Dr. Irawati yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Pusat Koordinator Proyek Pelestarian Litbang Flora – Fauna Indonesia dan Dra. Sri Hartini selaku penanggung jawab kegiatan Explorasi Flora Nusantara di Sumatera Barat lengkapnya hutan SA Pangaean 1 yang sebagian besar masih daerah Kec Sijunjung.
Hasil exprolasi spesis anggrek alam di Nagari Solok Amba tersebut memberikan nilai positif ilmu pengetahuan. 24 jenis spesies anggrek alam memiliki kesamaan dengan anggrek di Pulau Jawa, 41 % anggrek ephidemik Sumatera, 38% juga terdapat di Kalimantan dan 17 % belum diketahui jenisnya.
Spesies anggrek Coelogyne asperata , Coelodyne rochusseni de Vriese,coelogyne speciosa , Dipodium pictum, paphiopedilum tonsum, Victoria-regina, Phalanopsis cornu-cervi, Phalaenopsis Mani’i, Bulbophyllum lobbii,Bulbophylum auratum, Machodes phitola, Vanda sumatrana,acriopsis liliifolia, Spathoglotis aurea, Grammatophylum sp, oncidium
Masih banyak jenis anggrek lainnya baik yang tumbuh epifit, anggrek tanah maupun yang tumbuh di celah bebatuan tebing pinggang perbukitan yang belum diketahui spesiesnya.
Jenis anggrek bulbophyllum dan coelogyne sangat banyak ragamnya diketemukan di kawasan hutan Kab Sijunjung . Bulbophyllum auratum salah satu anggrek epifit yang tumbuh simpodial, Rozom bercabang, tumbuhnya menjalar di batang pohon bahkan di lereng bukit berbatuan juga mau tumbuh. Umbinya berwarna hijau pupus, dengan panjang berkisar 1,8- 2 cm, Jarak umbi satu dan lainnya sekitar 2-2,2 cm itu tergantung pada kesuburan pertumbuhan umbi. Warna daunnya bulat lonjong, tebal dengan panjang 7-12 cm, lebar daun 2-3,5 cm, kuntum bunganya punya karakteris tersendiri seperti bentuk setengah payung Bali berwarna merah maron pekat dan pucat. Bulbophyllum auratum tumbuh didaerah pegunungan/perbukitan dengan ketinggian `1000 – 1200 M dpl, di daerah Sisawah Kec. Sumpur Kudus banyak diketemukan dan pupulasinya sangat banyak sekali.
Bulbophyllum lobbii ini salah satu anggrek alam yang sangat unik sekali. Kalau dipandang secara prestektif seperti sebuah wujud burung kuwau, kalau tersentuh tangan atau tertiup semilir angin, secara refleksi mahkota bunganya bergoyang-goyang. Batang umbi dari anggrek ini berwarna hijau pucat pupus daun pisang, dan umbinya ( nodus ) jaraknya jarang-jarang tidak rapat,tumbuh epifit, daunnya berdaun tunggal, bunganya tumbuh disela-sela umbi batangnya, panjang tangkai bunga berkisar 10-16 cm. Bunganya berukuran cukup besar bisa mencapai 9 cm . Warna bunganya merupakan sebuah aplikasi perpaduan warna secara alami antara kuning ditengah, coklat kemerah maron di sayapnya dan pada ujung bunga seperti merupakan ekor burung berwarna coklat merah maron, aromanya cukup harum. Di Kab Sijunjung daerah yang banyak tumbuh Bulbophyllum lobbii, penyebarannya di Nagari Whater Hoot ( Aia Angek ) , Solok Amba, Silokek, Rimbo Larangan Paru,Durian Gadang, Tanjung Lolo, Sisawah, Kabun, Sumpour Kudus.
Anggrek Coelogyne asperata merupakan spesises anggrek alam tumbuh epifit dihutan frimair , di puncak bukit bebatuan walaupun terkena pencahayaan 80 % juga tumbuh dengan subur. Batang umbinya berukuran besar warna hijau ber kerunyit garis dari dasar batang sampai pucuk batang umbi, yang subur bisa sebesar lengan orang.Daunnya memang panjang bentuk daunnya seperti daun cikal kelapa namun panjangnya 60 – 120 cm, tangkai daunnya bisa mencapai 20 -40 cm. Tankai bunga muncul di sela umbi/batang bawah , ujungnya agak melengkung/condong dengan panjang batang bunga berkisar 35-50 cm , kuntum bunganya tersusun rapi berjumlah hampir 50 kuntum. Warna bunganya putih kekuningan dengan mahkota berwarna cokelat Aroma bunganya sangat harum sekali, bila di suling bisa menjadi bahan parfrum.
Penyebarannya tumbuh anggrek ini pada ketinggian 400-600 M dpl di Nagari Solok Amba , Paru dan Aia Angek banyak diketemukan .
April 26th, 2009
K
eberhasilan Kelompok Petani Peduli Hutan (KPPH) Nagari Paru Kab Sijunjung dalam melestarikan Rimbo Larangan seluas 3500 hektar dengan diikat Pernag (Peraturan Nagari) pada tahun 2001, memang tampak membawa hasil yang positif. Kelompok Petani Peduli Hutan (KPPH) ini di ketuai oleh Iskandar dibawah binaan Wahana Nusantara Adventurir (Wanusa) Sijunjung yang di gawangi oleh Priyono dan Dinas Kehutanan & Lingkungan Hidup Kab Sijunjung, KPPH mendapatkan Anugerah Kalpataru pada bulan Juni 2007 lalu, salah satu penganugerahan penghargaan yang tertinggi dari Presiden Dr. Susilo Bambang Yudhoyono bagi para penyelamat kelestarian lingkungan. Keberhasilan ini perlu diacungkan jempol untuk KPPH Nagari Paru Kec Sijunjung Kab Sijunjung termasuk yang terkait sebagai motivator penunjang keberhasilan ini.
Masih berkaitan dengan kekayaan keanekaragaman hayati di Rimbo Larangan Paru Nagari Paru yang sudah dideklarasikan oleh KPPH “ Nagari Seribu Pesona”. Salah satu penyelamat lingkungan bidang keanekaragaman hayati Priyono (51), sudah seringkali melakukan penelitian mengidentifikasi tumbuhan/keanekaragaman hayati kekayaan di Rimbo Larangan. Dan hasilnya juga mulai tampak seberkas kecerahannya. Sekitar bulan Juni 2008 berhasil menemukan jenis tanaman epifit paku-pakuan Asplenium Nidus sisik ular. Karakter tanaman ini memang tumbuhnya didaerah yang mempunyai kelembaban yang sangat tinggi, hanya membutuhkan pencahayaan matahari sekitar 45%. Ciri khas dari tanaman Asplenium Nidus sisik ular, daunnya memanjang seperti asplenium nidus lain, namun pada daun bagian bawah bercorak seperti sisik ular itupun tembus dipandang, apabila dilihat sampai kepermukaan daunnya. Panjang daun bisa mencapai sekitar 60-70 cm lebar 10-15 cm tergantung kesuburannya.
Di Rimbo Larangan juga ditemui tanaman Asplenium nidus ekor tikus, tanaman ini tergolong jarang ditemukan. Dan masih banyak ditemukan spesies nova ( penemuan spesies tanaman baru) asplenium nidus yang lain yang masih dalam penelitian. Kalau di hitung-hitung tumbuhan asplenius nidus di Rimbo Larangan sangat banyak sekali, untuk mengetahui jenisnya memang perlu dilakukan identifikasi dan inventarisasi , dimasukkan didalam catalog khusus asplenium nidus,. Selain spesies asplenium sisik ular, juga diketemukan bunga bangkai jenis Amorphopalus titanum yang sedang mekar, dengan ketinggian dari Muka Tanah (MT) 2,5 meter, rentang kemekaran kelopak bunga 2,5 meter, warna bunganya lila dan kuning masak, tutur ketua Walhi tersebut.
Ditempat terpisah, mantan Wali Nagari Paru juga Ketua KPPH Iskandar ketika di konfirmasikan masalah tanaman Asplenium nidus/Kadaka sisik ular, “baru kali ini saya melihat tanaman kadaka sisik ular. Inilah salah satu kekayaan alam di kawasan Rimbo Larangan. Selain itu kehidupan fauna/satwa yang dilindungi juga masih banyak, diantaranya harimau Sumatera, beruang, siamang, ungkou, ular dan lain sebagainya”, ungkap Iskandar.
April 26th, 2009

Website Wisata Sijunjung oleh hotel bukikgadang yang dulu bernama hotel sahid.
Reservation :
Hotel Bukik Gadang
Jl.M.Yamin.SH Muaro Sijunjung
Kabupaten Sijunjung
Telp (0754) 20736, 21052, 20870.
February 20th, 2009

Tim Exspedisi Wahana Nusantara Adventurir ( WANUSA ) Kab Sijunjung, telah melakukan kegiatan Explorasi Obyek Wisata Alam “ Menyelusuri Green Canyon Sungai Tak Bernama “ yang lokasinya pinggang Bukit Kunyit di Nagari Aia Angek Kec Sijunjung Kab Sijunjung. Tim Work dari Wanusa diketuai oleh Priyono juga sebagai instruktur Adventurir dengan anggota Andwi Prima Valentine “valent”, Diky Tri Agusman “ Dicki” dan Soni.
Berikut kronologisnya jejak petualangan menaklukan Green Canyon Sungai Tak Bernama di Nagari Aia Angek Kec Sijunjung: Perjalanan ke Aia Angek dari kota Muaro Sijunjung ibu kota Kab Sijunjung sekitar 20 Km. Perjalanan biasa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda ampat sekitar setengah jam perjalanan, sampai ke daerah penurunan Pintu Angin, mau memasuki Nagari Aia Angek, Pukul 9.15 Wib Tim Exspedisi Wanusa mulai menyelusuri pematang sawah dan menyeberang air Sungai Tak Bernama . Perjalanan yang hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki menyeberangi sungai sebanyak 11 kali lalu menyelusuri jalan setapak lereng bukit dengan kemiringan 70 derajat dan menuruni tebing terjal harus extra hati-hati sampailah ke Lubuk Busan dengan jarak tempuh 3, 5 Km.
Bertemu satwa yang dilindungi UU/RI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya:
Didalam perjalanan menuju Lubuk Busan beberapa kali menyeberangi sungai dilereng Bukit Kunyit yang sangat kokoh tegak berdiri dan terjal bisa menikmati suara binatang jenis kera, seperti siamang, ungkow. Simpai, beruk. Bukan itu saja sehabis menyeberangi sungai yang ke 6 Tim Exspedisi sempat mengabadikan seegerombolan simpai sedang memakan buah-buahan dan pucuk daun tanaman hutan.
Menurut keterangan orang-orang tua di Nagari Aia Angek, Lubuk Busan adalah suatu lubuk ditengan sungai yang kanan kirinya di apit dengan batu-batu besar dan tebing yang curam , dengan ketinggian kurang lebih 400 meter. Lubuk tersebut sangat dalam sekali banyak orang yang hobynya memancing ke Lubuk Busanikannya banyak, karena aliran airnya kurang lancer,ada masyarakat Aia Angek celah air yang mengalir ditembus agar lancar ( istilah bahasa kampung Nagari Aia Angek di bobos ), sehingga lubuk yang dulunya dalam menjadi air masuk kedalam tanah dasar sungai hingga lebih dari 100 meter panjangnya, baru bias kita melihat air terjun walau tidak begitu tinggi kurang lebih 4 meter. Namun semakin kebawah sungai tak bernama tersebut semakin deras melewati celah-celah batu dan gua yang ada dibawah batu-batu besar ditengah sungai.
Setelah melalui Lubuk Busan Tim Wanusa melanjutkan menyelusuri aliran sungai kebawah mulai diguyur hujan deras, perjalanan tetap dilanjudkan melalui celah yang semakin sempit sekitar 150 meter dari Lubuk Busan terdengarlah suara air terjun didalam tanah/dasar sungai lagi, entah berapa ketinggiannya. Yang jelas suara air terjun seperti suara kapal besar yang mau berangkat dari pelabuan Perjalanan semakin sulit medannya kehilir sungai sampailah ketemu Lubuk Busuk. Karena memang sewaktu perjalanan menuju Lubuk Busuk tercium bangkai berangkali itulah lubuk tersebut dinamakan Lubuk Busuk. Yang jelas pengalaman kami, telah melewati tempat keberadaan harimau berada., karena radiussekitar 15 meter saja apa bila melalui tempat/sarang harimau pasti akan berbau busuk bangkai.
Sewaktu menempuh Lubuk Busuk harus melalui celah lobang dibawah dasar sungai setelah itu berenang menempuh batu dipinggiran dinding sungai bertemulah air terjun dari atas bukit dengan tinggian sekitar 400 meter dari dasar sungai. Untuk melewati Lubuk Busuk memang harus berenang sampai ketemu batu besar ditengah sungai yang kanan kirinya berdinding tebing yang terjal sangat curam dan ditumbuhi lumut dengan kemerengan lebih dari 120 derajat, sepertinya dasar sungai ini merupakan sebuah palung yang sangat dalam dan terjal, orangpun jarang sampai kedaerah ini. Tim Exspedidi harus masuk lorong celah batu kebawah lalu berenang lagi sampai pada diding batu yang sangat curam dengan suasananya remang –remang sangat menyeramkan suasananya.
Untuk menyelusuri jejak aliran sungai sudah saatnya menggunakan tali karena medannya semakin sulit ditempuh dan perjalanan istilahnya baru menempuh duapertiga dari panjangnya aliran sungai yang berdinding curam sepanjang kurang lebih 1,5 Km.Dikarnakan waktu sudah mulai merangkak sore apalagi suasana hujan deras, Tim Exspedisi takut kalau di ulu sungai daerah Mudik Takung Kanagarian Solok Amba Kec Sijunjung itu hujan lebat juga sungai pasti akan mengalami menambahan dibet air, karena tanda tandanya sudah ada. Air sungai yang semulai itu jernih hijau kebiruan budah mulai berubah menjadi warna minuman kopi susu. Seandainya terjebak didasar sungai banjir datang, tidak ada jalan keluar untuk menyelamatkan diri. Tim Exspedidi lalu kembali menyelusuri hulu sungai dalam perjalanan pulang , sekitar pukul 17.10 Wib sudah berada di jalan raya menuju Nagari Aia Angek penurunan Pintu Angin. Selanjudnya pulang menuju kota Muaro Sijunjung.
Kesimpulan :
Grand Canyon Sungai Tak Bernama di Nagari Aia Angek Kec Sijunjung Kab Sijunjung, merupakan salah satu obyek wisaya Adventurir punya prospek yang glamour kedepan. .Selain punya karakteris tersendiri pesona alamnya sungguh luar biasa tidak ada duanya di di Sumatera Barat, bisa dikemas dalam suatu Paket Wisata Adventurir andalan Kab Sijunjung kedepan dan dijual kepada para turis dari manca negara. Baik sarana dan prasarana ke lokasi Green Canyon Sungai Tak Bernama, perlu dikembangkan dan diagendakan sebagai obyek wisata adventurer andalan. selain arung jeram sungai Batang Kuantan yang sudah di agendakan oleh dinas terkait Pemkab Sijunjung,. Obyek wisata alam ini perlu digencarkan promosi baik melalui media cetak dan elektronik. Karena bisa memberikan kontribusi kedepan terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kab Sijunjung dari sector pariwisata bukan dengan rupiah tetapi dengan dolar.
January 15th, 2009
Previous Posts