FireStats error : Database error: Error establishing mySQL database connection:php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/students/public_html/wp-content/plugins/firestats/lib/ezsql/mysql/ez_sql_mysql.php on line 98

MySQL Version:
SQL Query:
INSERT DELAYED INTO `plugin_firestats_pending_data` ( `timestamp`, `site_id` , `user_id`, `url` , `referrer` , `useragent` , `ip` ) VALUES ( NOW(), 86, NULL , '', '', '', '' )

Tradisi Budaya Bali : Berdoa di Pagi Hari

November 22nd, 2010

Matahari masih jauh dari terbit di surga Tanah Dewata, Bali, Indonesia. Saat fajar menyingsing, para wanita Bali dengan patuhnya melakukan ritual pagi yang telah menjadi tradisi sejak berabad-abad lalu. Bagi orang luar, rutinitas sederhana itu adalah¬†persembahan dan mempersiapkan makanan di pagi hari, tapi dalam tradisi Bali, persembahan “ngejot” adalah sesuatu yang lebih daripada itu.

Ritual pagi tersebut dimulai dengan wanita Bali yang telah bangun sebelum fajar untuk mempersiapkan ngejot. Makan sebelum ritual

dilakukan dianggap sangat tidak span, sehingga orang-orang akan berpuasa sampai ritual itu selesai. Persiapannya diawali dari saat makan pagi disiapkan, dengan merebus air dan memasak nasi.

Sejajian Tradisi Bali

Sejajian Tradisi Bali

Orang Bali percaya bahwa “ngejot” akan menjaga hubungan tetap harmonis antara dunia manusia dan dunia para Dewa, dan ritual ini akan Anda saksikan setiap pagi di rumah penduduk Bali. “Ngejot” dipersiapkan di dapur, tempat suci menurut tradisi Bali, termasuk juga berbagai peralatan yang digunakan untuk menyiapkan ritual persembahan.

Setelah nasi dimasak, waktunya untuk mengolah “nasi jotan” yang akan digunakan sebagai persembahan doa. Menggunakan kelapa dan daun pisang yang dipotong menjadi kotak-kotak kecil, nasi diletakkan di atas nampan bambu suci tradisional yang disebut “kumarang”. Hiasan tambahan diletakkan di atas nasi itu, sebagai persembahan untuk menenangkan para dewa.

Seorang wanita Bali kemudian akan mempersiapkan dirinya untuk ritual — dia harus mengenakan kemben, sarung tradisional Bali, yang dipakai dengan santeng dan dikaitkan di sekitar pinggang pada awal upacara. Sesajen doa diletakkan di berbagai tempat di dapur dan lokasi sekitar rumah sebagai persembahan untuk Dewa, suatu cara untuk berterimakasih telah menjaga hubungan yang harmonis.

Upacara itu memberikan kita wawasan tentang budaya lokal Bali, sebuah tempat yang berlimpah dengan mistisisme religi, dan kekuatan magis bisa terwujud. Penduduk Bali percaya bahwa “ngejot” dapat membuat dapur menjadi sebuah tempat berlindung, dan membantu mengusir energi negatif atau serangan dari dunia roh jahat.

Entry Filed under: Artikel,Info,Review,Tours

Leave a Comment

Required

Required, hidden

*

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Mereka Berkata

Tags

Links

Arsip

Say Thanks

Terima kasih telah berkunjung. Mohon maaf apabila telat atau terlewat menjawab komentarnya. Lain kali mampir lagi ya.

Yang sedang mampir ...


Page Rank
PageRank



- Tanda tangan - © apvalentine.2008-2010.