FireStats error : Database error: Error establishing mySQL database connection:php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/students/public_html/wp-content/plugins/firestats/lib/ezsql/mysql/ez_sql_mysql.php on line 98

MySQL Version:
SQL Query:
INSERT DELAYED INTO `plugin_firestats_pending_data` ( `timestamp`, `site_id` , `user_id`, `url` , `referrer` , `useragent` , `ip` ) VALUES ( NOW(), 86, NULL , '', '', '', '' )

Tropic//Subsonic Event : Profile Indonesian And International Musicians

February 6th, 2011

Tropicsubsonic

Indonesia Artists

LEILANI HERMIASIH

Leilani atau lebih dikenal dengan proyek solo nya Frau, adalah seorang pianis muda berbakat yang debut albumnya “Starlit Carousel” mendapatkan apresiasi dan pujian yang sangat bagus baik dari media independen maupun mainstream. Album tersebut pertamakali dirilis secara gratis melalui netlabel Yes No Wave Music dan kemudian disusul dalam format CD dengan penjualan yang bagus meskipun memuat materi lagu yang sama. Leilani mempelajari musik tradisional gamelan di masa kanak-kanaknya hingga kemudian aktif bereksplorasi dengan piano.

Download Album

RULLY SHABARA

Rully adalah frontman dari band math-rock/noise/neo-folk Zoo. Setelah lama bermain-main dengan komposisi noise-rock, Rully membawa Zoo menuju ranah yang lebih luas dengan memasukan elemen-elemen tradisi di Indonesia baik itu lirik, instrumen maupun aksen. Thaun 2010 Rully berkolaborasi dengan Wukir Suryadi (Bambu Wukir) dan menghasilkan sebuah album “Senyawa” yang dirilis secara gratis melalui netlabel Yes No Wave Music.

Download Album

SONNY IRAWAN

Selain dikenal sebagai seorang seniman visual, Sonny adalah seorang musisi/gitaris yang juga populer bersama band noise-rock nya Seek Six Sick yang bisa dibilang eksponen yang merintis musik eksperimental rock di Yogyakarta. Dalam karir musiknya, Sonny telah menghasilkan banyak proyek musik diluar Seek Six Sick seperti Project Babi, Yellow Gagarin, Supertetra dan sempat menggelar sebuah gigs berkala untuk musik eksperimental rock dengan tajuk “Merayakan Kebisingan”.

Download Album

WUKIR

Wukir, seorang musisi kontemporer yang memiliki akar musik tradisional yang sangat kuat. Selain memainkan musi, Wukir juga piawai membuat alat musiknya sendiri. Salah satu instrumen ciptaannya yaitu Bambuwukir telah mampu membuktikan bahwa kesenian tradisional mampu dikembangkan secara progresif. Seniman muda ini telah malang-melintang di dunia musik kontemporer dan tradisional di berbagai penjuru kota di Indonesia. Saat ini tinggal dan berkarya di Yogyakarta. Beberapa karya kolaborasinya dengan berbagai macam musisi yang berbeda latar belakang bisa diunduh secara gratis di netlabel Yes No Wave Music.

Download Album

International Artists

OREN AMBARCHI

Oren Ambarchi adalah komposer dan multi-instrumentalis dengan ketertarikannya pada pendekatan yang jauh diluar instrumental yang konvensional, sejak lama. Karyanya terfokus pada eksplorasi gitar, “re-routing sebuah instrumen ke dalam zona abstraksi alien dimana sekarang tidak lagi dengan mudah diidentifikasikan. Meski demikian, ini adalah sebuah laboratori dari kelanjutan investigasi sonik”

Karya-karya Ambarchi dengan konstruksi dan parameter sederhana; mengeksplorasi satu ide pada durasi yang dipanjangkan dan perlahan memancing nuansa dan implikasi dari tiap teksturnya; fenomena dari hasil dan nada-nada yang berbeda; berhati-hati mengulang aransemen yang secara halus terurai; membiarkan melodi-melodi yang secara perlahan menemukan jalannya melalui berbagai permutasi;  menciptakan hasil secara ‘dunia lain’, dampak yang kumulatif dari komposisi yang terpapar secara sabar.

Ambrachi telah tampil dan menghasilkan rekaman dengan berbagai seniman seperti Fennesz, Otomo Yoshihide, Pimmon, Keiji Haino, John Zorn, Rizili, Voice Crack, Jim O’Rourke, Keith Rowe, Phil Niblock,  Dave Grohl, Gunter Muller, Evan Parker, z’ev, Toshimaru Nakamura, Peter Rehberg, Merzbow dan masih banyak lagi. Sejak 2004 Ambarchi telah bekerja dengan American avant metal outfit Sunn 0))), memberikan kontribusi ke banyak karya mereka yang telah diluncurkan dan proyek sampingan termasuk album Black One dari tahun 2005 dan yang terakhir adalah album Monolisths & Dimensions.

Selama 10 tahun kerjasamanya dengan Robbie Avenaim, Ambarchi adalah co-organiser dari festival What Is Music?, yang merupakan pertama kalinya musik eksperimen lokal dan internasional diadakan secara rutin di Australia.

Akhir-akhir ini Ambarchi ikut andil dalam kurasi program sound untuk Yokohama Triennale 2008.

Ambarchi telah meluncurkan banyak album untuk label-label internasional seperti  Touch, Southern Lord, Table Of The Elements dan Tzadik. Di tahun 2003, dia meluncurkan sebuah live release, Triste, dan menerima ‘honourary mention’ di the Prix Ars Electronica pada kategori musik digital.

ROBBIE AVENAIM

Selama lebih dari 25 tahun, Robbie mengkombinasikan teknik tradisional dan lainnya dengan modifikasi fisik dari drum. Modifikasi tersebut termasuk menambah kegunaan dari sebuahinstrumen, berbagai mekanisme perkusif yang dimotorisas, dan amplifikasi pada prakteknya, menyuguhkan cakupan lebih besar baik secara komposisi dan penampilan. Sebagai musisi, komposer dan pembuat instrumen, desain dari sebuah instrumen baru adalah bagian dari proses pembuatan sebuah komposisi.

Avenaim juga pemenu dan co-organiser dari the What Is Music? Festival, yang merupakan pertunjukan musik eksperimental lokal dan internasional yang terbesar di Australia. Festival ini diadakan sejak tahun 1994.

Beberapa orang yang telah bekerja dengan Robbie adalah: Oren Ambarchi, John Zorn, Masonna, Solmania Masahiko Ono, Haino Keiji, Kato Hideki, Makigami Koichi, Ikue Mori,Seichi Yamamoto, Sachiko M, Shelley Hirsch, PHLEGM, Tetsuya Yoshida (Ruins), Testicle Candy, Holy Mountain, Members of Hard-Ons, anggota dari Fuckhead, Tony Buck, Fred Frith, members of Pansonic, Dave Grohl, Mike Patton, Trey Spruance, anggota dari Mr Bungle, David Moss, Ikue Mori, Keith Rowe (AMM), Jon Rose, Robin Fox, Anthony Pateras, Otomo Yoshihide,Chris Abrahams, Cor Fuller, Ernie Althoff, Gunter Muller, Dale Gorfinkel, Dereb Desalegn, Seble Girma, Tchico Tchicaya and Passie Jo, Peter Mashasha, Sam Chagumachinyi, James Mujuru (putra dari Efat Mujuru), Halet Zhou, dan daftar ini akan semakin bertambah..

ROBIN FOX

Robin Fox adalah seniman suara dan visual dari Melbourne yang kini banyak bekerja dengan improvisasi, komposisi, penataan instalasi media digital secara live. Dia menciptakan karya audio-visual untuk the cathode ray oscilloscope, yang telah diluncurkan DVD-nya dengan tajuk ‘Backscatter’ (synaesthesia records).

DVD tersebut telah diputar di Rotterdam International Film Festival, the Mittwoschule di Berlin, the 8th International New Media Arts Festival di Riga dan the TRANSIT festival di Switzerland. Penampilan audio-visualnya secara live telah melintasi Eropa termasuk kemunculannya di the Netmage festival, Bologna, the Wien Modern festival, Wina, Noise and Glamour Festival, Moskow dan the Transacoustic festival, Auckland. Karya ini terus berkembang dan belakangan diakui di panggung besar dengan kualitas suara yang tinggi dan sistem laser yang terkontrol oleh audio, pada berbagai penampilannya seperti di October Contemporary Festival (Hong Kong), Salamanca International Festival (Spain), Yokohama Triennial (Japan) dan the Mona Fona Festival (Australia).

Sebelumnya, di tour Eropa, dia telah melakukan presentasi menggunakan laser di Musique Action Festival (Nancy, France), VENN festival (Bristol, UK) dan Neia Musik Festival (Mulhouse, France) dengan banyak lagi penampilan diantaranya. Volta, karya instalasinya, dijadikan karya fitur di the RoslynOxley9 and Orange Regional art galleries pada tahun 2006 dan juga merupakan karya fitur untuk the Asian Art Biennale, Taipei, 2007.

Di bidang musik, dia telah tampil dengan musisi improvisasi terkenal termasuk Jon Rose, Tony Buck, Oren Ambarchi, Lasse Marhaug, Jerome Noetinger, Clayton Thomas (album Substation diluncurkan oleh Room40 records, 2005), Erkki Veltheim, Natasha Anderson dan Sean Baxter dan masih banyak lagi nama serta hingga iki masih melakukan duo kolaborasi dengan Anthony Pateras yang merupakan seorang komposer sekaligus performer. Duo ini didokumentasikan pada Coagulate diluncurkan melalui label synaesthesia, 2003, Flux Compendium yang diluncurkan oleh eMego, 2006 dan End of Daze diluncurkan oleh deMego di akhir 2008. Dia juga anggota dari Beta-erko, kuartet yang muncul di Berlin dengan label Quecksilber.

Selain itu dia bergelar PhD di jurusan komposisi dengan fokus pengembangan  multi-channel performance ecologies dan desain interaktif situasi elektro-akustik yang mengeksplorasi dinamika antar performer, ruang dan komputer, Monas University, gelar MA di musikologi yang mendokumentasikan sejarah pembuatan musik eksperimental di Melbourne tahun 1975-1979.

DAVID SHEA

Dari tahun 1982-1984, David Shea mempelajari komposisi dan teorinya di the school of performing arts, Indianapolis, dan di the Oberlin Conservatory dari tahun 1984-1985. Pindah ke New York pada pertengahan 80-an untuk tampil dan mengkomposisi, dia terhanyut ke downtown scene, berimprovisasi dan berkolaborasi dan melalui pekerjaannya sebagai turntablist, vocal improviser, tape collager, club DJ dan komposer dari banyak ensamble serta kolaborasi disamping konser-konser solo multimedianya  di tahun 80-an. Dia menjadi terkenal setelah karya ensemble bersama John Zorn di tahun 1986-1996 dalam proyek seperti Cobra, Film Works, Elegy, Absinthe, Godard and Spillane dan melakukan tour Amerika dan Eropa. Karena sering menulis untuk tarian dan performance project, dia terlibat dengan banyak koreografer seperti David Hernandez, Davis Freeman, Maria Voortmans & Robert De Jong dan yang paling terlihat adalah karyanya bersama Karole Armitage. Sejak 1990 dia mulai berkonsentrasi dalam karya kompisisi untuk beberapa ensemble dan lalu berpindah ke elektronik untuk kemudian fokus dengan samplers dan karya ensemble yang dibuat dengan sampler.

Proyek dan penampilan delapan tahun terakhir telah ditampilkan mulai dari The Monte Carlo Ballet sampai the Brooklyn Academy, The Spoleto Festival dan The Rossini Festival dan produksi dari the Florence Opera Ballet, the BBC film Wild Ballerina, the film Hall of Mirrors dan BBC Film Resistor. Tampil dalam format solo dan grup dia telah tampit di banyak tipe festival dan ruang termasuk  Tokyo Summer Festival, Lincoln Centers Walter Reed, Symphony Space, The Springdance Festival, The Klapstuc Festival, The Knitting Factory, Experimental Intermedia, CBGB’S gallery, The Victoriaville Fest, Fin de Siecle in Nantes, Festival dei Popoli in Florence, ‘Sonic Process’ Centre Pompidou (Soundfilm in 8 Acts purchased for the permanent collection)- Paris, the Kaaitheatre in Brussels, Cinesonic Melbourme- Australia, Agora Festival- IRCAM, Walker Art Centre, Deitch Projects Gallery-New York dan menjadi komposer fitur di the Why Note Festival di Dijon dan banyak tur solo dan ensemble di Eropa.

Karya rekamannya diluncurkan tahun 1992 dan setelahnya menyusul dua puluh rekaman di tujuh tahun terakhir. Karya yang akan datang termasuk CD baru yang dibuat berdasarkan epik hindu, Ramayana, direkam dan diluncurkan oleh label Belgia, Sub Rosa, dan akan dipergunakan dalam film oleh para pembuat film dari Belanda dan belgia. Dia akan melanjutkan karya-karya mempesonanya dengan mengkomposisi CD soundtrack dari film Dial History milik Johan Grimonprez, menulis komposisi musik untuk fitur film ‘Celebration’ dan juga menulis musik bagi pembuat film Belgia, Herman Asselbergs, di film ‘AM/PM’.

Karyanya terus mengeksplorasi koneksi antara tradisi klasik dari barah dan timur, musik dalam film, eksperimental dan tradisi klub dansa, periode waktu dan level teknologi serta intuisi dalam penampilan.

David kini menjabat sebagai dosen senior di the Centre for Ideas, Victorian College for the Arts, Melbourne, Australia.

source : http://tropisubsonics.tumblr.com/

Entry Filed under: blog

1 Comment Add your own

Leave a Comment

Required

Required, hidden

*

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Mereka Berkata

Tags

Links

Arsip

Say Thanks

Terima kasih telah berkunjung. Mohon maaf apabila telat atau terlewat menjawab komentarnya. Lain kali mampir lagi ya.

Yang sedang mampir ...


Page Rank
PageRank



- Tanda tangan - © apvalentine.2008-2010.